Fungsi Oksigen Sensor Yang Berada Di Knalpot

Otomotifmobil.com – Fungsi sensor oksigen adalah untuk mendeteksi jumlah oksigen dalam gas buang dan mengirim sinyal ke unit kontrol mesin atau ECM dan mengatur campuran bahan bakar udara ke tingkat yang optimal dan terkadang kerusakan dari oksigen sensor bisa dideteksi dari bau asap knalpot, bagi kita yang sudah terbiasa tentunya.

Aplikasi atau penerapan sensor oksigen yang paling umum adalah untuk mengukur konsentrasi gas buang oksigen untuk mesin pembakaran internal dalam mobil. oksigen sensor yang tertanam di knalpot mobilSensor oksigen pada mobil terdiri dari dua bagian yaitu bagian heater atau pemanas dan bagian sensor itu sendiri, karena itu oksigen sensor memiliki empat kabel, dua kabel untuk heater dan dua kabel lagi untuk sensor.

Prinsip Kerja Oksigen Sensor

Fungsi heater pada oksigen sensor adalah sebagai pemanas pada oksigen sensor, saat panas yang diberikan heater mengenai secara langsung pada alumina dan zirconia (pada bagian sensor), sehingga hal ini dapat mempercepat aktivasi sensor.

Heater atau bagian pemanas pada oksigen sensor dikontrol oleh ECM. Pada saat volume udara intake rendah (temperatur gas buang rendah), arus listrik mengalir ke heater untuk memanaskan sensor untuk memfasilitasi akurasi deteksi konsentrasi oksigen.

Secara umum pada kendaraan dengan sistem injeksi memiliki dua buah oksigen sensor yang terpasang diknalpot, tetapi ada yang terpasang cuma satu,contohnya pada AVanza Xenia atau Terios.

Oksigen sensor terpasang sebelum catalytic converter biasanya disebut oksigen sensor No.1 sedangkan oksigen sensor yang terpasang setelah TWC (Three-Way Catalytic Converter) disebut oksigen sensor No.2.gambar oksigen sensor no 1 mobil toyota new vios limo tahun 2007Fungsi Three-Way Catalytic Converter adalah untuk mendapatkan kecepatan pemurnian yang tinggi dari komponen carbon monoxide (CO), hydrocarbon (HC) dan nitrogen oxide (NOx) dari gas buang hasil pembakaran mesin.

Agar penggunaan three-way catalytic converter lebih efisien, rasio udara-bahan bakar (air-fuel ratio) harus dikontrol secara presisi sehingga rasionya mendekati rasio udara-bahan bakar stoichiometric.

Sensor heated oxygen memiliki karakteristik yang mana voltase keluaran-nya berubah tiba-tiba di sekitar rasio udara-bahan bakar stoichiometric. Ini digunakan untuk mendeteksi konsentrasi oksigen dalam gas buang dan memberikan umpan balik ke ECM untuk mengontrol rasio udara-bahan bakar.

Pada saat rasio udara-bahan bakar menjadi kurus, konsentrasi oksigen dalam gas buang ditambah.

Dan sensor heated oxygen menginformasikan ke ECM dalam kondisi kurus (voltase rendah, yakni kurang dari 0,45 V).

Pada saat rasio udara-bahan bakar menjadi lebih gemuk dari rasio udara-bahan bakar stoichiometric, konsentrasi oksigen dalam gas buang dikurangi. Dan bagian sensor pada heated oxygen menginformasikan ke ECM dalam kondisi kurus (voltase tinggi, yakni lebih dari 0,45 V).

ECM/ECU (Engine Control Module) menentukan apakah rasio udara-bahan bakar gemuk atau kurus dan mengontrol timing injeksi sesuai dengan output voltase dari sensor heated oxygen. Jika oksigen sensor malfungsi dan output voltase abnormal, maka ECM menjadi tidak mampu lagi melakukan kontrol rasio udara-bahan bakar secara akurat.

Semoga berguna.

error: